Tips Mencegah Remaja Mencoba Narkoba

Jenis narkoba dari tahun ke tahun banyak memakan korban para remaja. Keberadaan rehabilitasi narkoba bisa menjadi solusi untuk sembuh dari ketergantungan. Semuanya harus disertai kemauan kuat dan dukungan seluruh keluarga dan orang terdekat.

Mengapa banyak remaja sulit lepas dari narkoba? Cek penjelasan berikut.

Rehabilitasi Narkoba, Tips Mencegah Remaja Mencoba Narkoba

Mengatasi kecanduan narkoba melalui rehabilitasi narkoba belum menjadi hal yang familiar di Indonesia. Padahal narkoba sudah banyak beredar dan meracuni remaja dan anak-anak kita.

Berikut tips untuk menghindarkan remaja kita dari keinginan mencoba narkoba.

Berdiskusi

Remaja masa kini tidak akan menerima kata larangan begitu saja. Harus ada alasan dan contoh bagi semua pelarangan.

Maka langkah pertama untuk mencegah narkoba memasuki dunia anak remaja adalah dengan menanyakan pendapat mereka mengenai narkoba. Jangan dipotong dan disanggah, karena sebenarnya remaja ingin dipahami melalui pendapat pribadi mereka.

Tanyakan juga apakah mereka sudah mengenal jenis-jenis narkoba dan jangan kaget bila jawabannya iya. Dengarkan semua pengalaman mereka karena remaja yang mau bersuara pada orang tuanya adalah kejadian langka.

Barulah setelah mereka puas mencurahkan pendapat dan pengalamannya maka orang tua bisa memulai diskusi. Diskusikan mengenai jenis-jenis narkoba. Gunakan sosial media untuk sama-sama melihat definisi dan bentuk-bentuknya. Diskusikan juga dampak dan hambatannya bagi apa yang mereka sukai dan pekerjaan saat ini. 

Diskusikan apa yang menjadi tekanan remaja pada umumnya dan temukan bersama bagaimana mengatasinya. Selanjutnya adalah menemukan bagaimana menolak tawaran penggunaan narkoba jika ternyata memang ada di lingkungan mereka.

Jujurlah atas pengalaman orang tua mengenai narkoba. Remaja akan makin percaya kepada orang tuanya jika orang tua berlaku apa adanya dan mengakui kesalahan di masa lalu, jika ada.

Ketahui teman dan aktivitasnya

Kebanyakan anak remaja akan mengenal narkoba dari lingkungan pergaulannya. Maka sudah selayaknya orang tua mengetahui siapa teman-temannya baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun aktivitas lainnya.

Ketahui juga semua aktivitas yang diikutinya sehingga bisa dilihat siapa orang dewasa yang terlibat dan mengawasinya.

Tegaskan aturan dan konsekuensinya

Anak remaja sudah memahami ketidakadilan jika orang tuanya kerap memaksakan kehendak tanpa aturan dan hukuman yang fair. Oleh karena itu, sebaiknya aturan harus mengenai seluruh keluarga bukan berlaku untuk anak saja. Dengan demikian remaja merasa dihargai dan diperlakukan adil.

Rapikan obat dan resep di rumah

Perhatikan kembali persediaan obat dan arsip resep dokter di rumah. Jangan letakkan sembarangan kemudian melupakannya begitu saja. Oleh karena bisa jadi mereka bisa, secara diam-diam, menggunakannya sebagai narkoba.

Support dan contoh yang baik

Orang tua kerap lupa bahwa anak mereka yang beranjak besar tetap membutuhkan pujian untuk setiap prestasi yang mereka lakukan. Dengan demikian remaja akan menyadari kasih sayang orang tua dan berusaha membalasnya dengan menjadi anak berbakti.

Orang tua harus memberi contoh kebiasaan baik bagi anak. Seperti jangan merokok, jangan bergaul sembarangan, selalu memberi tahu jika pergi di luar jadwal. Terkesan sepele tetapi anak akan merasa dianggap sederajat dan tidak merasa disepelekan.

Perhatikan juga tanda-tanda remaja yang sudah terkena narkoba. Seperti perubahan lingkungan pertemanan dan perubahan perilaku di sekolah. Menjadi pemberontak, mengabaikan peraturan di rumah dan tidak peduli dengan orang tua dan saudara. Jangan abaikan jika menemukan bungkus obat mencurigakan dalam kamarnya, karena itu adalah salah satu tanda mengenai kecanduan narkoba.

Rehabilitasi narkoba adalah jalan terakhir yang dipilih bagi mereka yang ingin menjauhi narkoba. Namun dukungan orang tua dan sahabat adalah penyembuh yang utama.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *