Jurus Dokter Darma Selamatkan Bisnis Kecantikan Kulit Saat COVID-19.

Bisnis skin care sempat anjlok 70% untuk penjualan produk dan perawatan, namun seiring berjalannya pandemi global, sedikitnya 6 klinik baru DNI hadir di enam kota, kata Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K.

DNI Skin Care Center kami di Jl Raya Puputan Renon, Denpasar, pelanggannya a.l wanita bekerja yang berkantor di sekitar klinik jadi begitu Hari Raya Nyepi 2020 suasana mencekam karena pandemi global juga sudah masuk ke Indonesia, pelanggannya juga hilang semua ” ungkapnya.

Darma, panggilan akrabnya mengaku begitu ada ketentuan warga harus tinggal di rumah, bisnisnya langsung anjlok 70%. Saat itu di Bali dia sudah memiliki 13 klinik di berbagai kota Kabupaten dan 25 klinik di luar Bali.

” Hari-hari pertama yang tanpa tamu dengan jumlah karyawan yang mencapai 100 an orang saya langsung aktif ikut zoom untuk dapat insights (wawasan),” ungkapnya.

Dia rajin ikut mentoring dari para pakar mengenai marketing, branding sambil mencari tahu  apa sebenarnya yang terjadi di China, bagaimana cara virus ini bekerja dan terutama tren ke depan jika pandemi berkepanjangan, tambahnya.

Langkah berikutnya dia memperbaiki website agar pelanggan bisa konsultasi online, mengajarkan protokol kesehatan, melakukan hemat energi karena ruang klinik semua menggunakan pendingin ruangan.

Darma memanfaatkan jeda waktu tidak adanya tamu untuk terus belajar dan mencari strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha. Beberapa orangtua karyawan menarik anaknya pulang kampung sehingga saat pandemi mereda dia justru tambah karyawan.

” Di era New Normal ketika aktivitas sudah mulai menggeliat Juni 2020 saya malah juga tambah klinik di Surabaya dan Palembang. Untuk tahun 2021 ini 18 Juni lalu buka di Sintang, Kalbar, Juli buka di Pontianak dan satu lagi mendatang di Aceh,” kata Dr dr. Darmaputra.

 

Tahun lalu, dia membuka satu lagi di Bangli tapi statusnya bukan klinik kecantikan. Namanya disebut Beauty Studio, dimana tetap ada praktek dokter kulitnya, perawat dan penjualan produk kecantikannya.

Tipe Beauty Studio ini, ujarnya hasil joint venture dengan salah seorang karyawan terlama ( 15 tahun) yang karena sudah berkeluarga pindah ke Bangli. Darma lalu membuatkan usaha yang lebih terjangkau untuk masyarakat di sana.

Selama ini, layanan perawatan kulit (skin care) masih dianggap sebagai layanan elit hanya bagi mereka yang berkocek tebal karena mematok tarif jutaan rupiah, bahkan puluhan juta rupiah, untuk sekali treatment perawatan.

Usaha yang dirintis oleh sang ayah, salah seorang dokter kulit ternama di Bali sejak 2004 ini memang skin care dan produk dengan harga yang terjangkau.

“Ayah saya, dokter kulit Darmada dan ibunda yang bernama Indrayani namanya saya abadikan menjadi DNI yang juga berarti Dermatology, Narure, Inspire. Ayah saya suka menolong mereka yang menjadi rendah diri karena persoalan kulitnya bahkan tempat curhat hingga prakteknya laris hingga larut malam,”

Dia terinspirasi dengan almarhum sang ayah yang mengutamakan sikap peduli dulu pada sesama bukan menjadikan pasiennya mesin uang. Darma lulus kuliah tahun 2009 dan memulai usaha kliniknya sendiri dua tahun kemudian.

Mantan Ketua Umum HIPMI Bali 2017-2020 ini stlain menjadi pengusaha Klinik Spesialis Kulit dan kecantikan juga madih berbagi ilmu sebagai dosen di Udayana dan jadi Ketua Kompartemen Industri Kesehatan di Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI.

” Bersyukur tidak ada karyawan yang di PHK dan bisnis produk kosmetika kami berkembang di tengah pandemi global ini. Doakan produk kami bisa memiliki pabrik sendiri. Saya ngefans dengan Wardah dan PT Paragonnya,” ucapnya menutup pembicaraan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *