Digitels, “Malaikat” Hospitality Yang Turun di Bali.

Sejatinya selalu ada kemudahan dibalik kesulitan. Di Bali saat para pemilik hotel berburu waktu dan terdesak dari segala arah untuk melepas aset guna menyelesaikan utang-utang ke berbagai pihak, Digitels datang ke Bali.

Ibarat malaikat hospitality,  kehadiran Digitels dalam ‘diam’ sudah menanamkan investasi akhirat bagi pemiliknya yaitu Tiandy dan Jeremy yang menolong banyak orang di destinasi utama negri ini.

” Tentunya tidak ada yang kebetulan karena jika kita yakin Tuhan ada dan maha penolong maka pertolongannya bisa datang kapan saja,” kata Jeremy dan Tiandy, founder Digitels saat ditemui di Signature Seminyak 4.0 Smart Hotel & Residences di Jl. Mertanadi No.74, Kerobokan, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali

Tanpa berorientasi pada keuntungan, keduanya merasa tertantang untuk mengaplikasikan inovasi karya mereka sebagai startup pertama di dunia yang dapat mengubah sebuah hotel biasa menjadi smart hotel lengkap dengan aplikasi (B2B & B2C).

Tiandy yang berpengalaman di bidang game online dan Jeremy yang berpengalaman 25 tahun di bidang hospitality jaringan hotel internasional membangun PT Aplikasi Pintar Indonesia.

Sejak tahun lalu mereka telah memperkenalkan Digitels, startup layanan akomodasi berbasis teknologi dengan ekosistem digital 4.0 secara menyeluruh.

“Kunci keunggulannya adalah Digitels brain yang dapat diimplementasikan pada hotel, melalui sistem yang terhubung, berjalan dan digunakan melalui aplikasi,” kata Tiandy.

Kondisi pandemi global COVID-19 yang membuat pariwisata Bali terpuruk membuat keduanya langsung work from Bali sejak tahun lalu. Keduanya mengaku ikut prihatin dengan nasib para pebisnis perhotelan yang ada.

” Akhirnya kami ambil alih property hotel yang mau dijual. Kami sewa sepuluh tahun dan kami jadikan smart hotel lengkap dengan aplikasinya. Pemilik hotel yang bekerja sama dengan kami tetap memiliki hotelnya ketika situasi sudah normal. Percayalah COVID-19 akan berlalu ,” kata Tiandy.

Kini Signature Seminyak Smart Hotel by Digitels punya tungkat hunian 70% dari 100 an kamar yang ada. Tiandy mengatakan manajemen hotelnya tidak ragu memberikan harga kamar senilai harga sewa kamar kost karena situasi pandemi harus memikirkan kemampuan orang lain meski lokasinya di Seminyak dekat Sun Set Road sangat strategis.

Dewa penolong bagi hotel yang baru beroperasi langsung menghadapi pandemi global ini mengintegrasikan rangkaian layanan akomodasi dengan aplikasi yang mudah diimplementasikan pada fasilitas yang diinginkan.

Digitels terbukti membawa perubahan revolusioner pada sektor perhotelan, baik dari segi biaya operasional, efisiensi layanan, standar kesehatan dan keamanan, serta peningkatan Gross Operating Profit (GOP).

Dengan smart hotel conversion (SHC), Digitels E-system dapat mengubah Hotel, Apartemen, Condotel, Perkantoran dan Rumah Pribadi menjadi ekosistem pintar 4.0 berbasis IOT.

“Digitels adalah ekosistem digital berbasis cloud pertama di dunia yang memiliki semua perangkat lunak yang dibutuhkan hotel untuk beroperasi berdasarkan IoT ( Internet of Things),”

Tiandy menjelaskan, pemasangan E-system ini sangat mudah dan praktis dan pemilik tidak perlu mengganti peralatan, furnitur atau piranti yang sudah ada. Semua langsung aktif setelah terhubungkan dengan digitels brain.

Digitels akan membantu pemilik hotel untuk menurunkan biaya operasional, efisiensi staf, menggantikan sepenuhnya kunci/kartu, penghematan energi, waktu dan operasional. Kemudian semuanya akan berdampak meningkatkan 10-30% pada pendapatan.

“TV tabung yang masih digunakan di banyak hotel dan homestay juga tetap bisa digunakan tanpa sentuh semua berkat brain technology yang ada,” kata Jeremy menambahkan.

Dia lalu memperagakan perintah pada aplikasi ketika penghuni kamar berada di luar yaitu di Beach Walk Mall Kuta,  sementara anaknya yang sekamar usai berenang ingin masuk kamar.

” Ibunya tinggal mengendalikan melalui aplikasi di handphonenya untuk membuka kamar sehingga sang anak bisa masuk kamar dengan kendali jarak jauh. Mudahkan ?,” kata Jeremy santai.

Tekhnologinya  dapat mengubah hotel konvensional apa pun menjadi hotel pintar tanpa properti harus mengubah fitur elektronik apa pun yang ada di kamar

“Karena kami adalah touchless, cashless dan paperless, hotel yang menggunakan Digitels dapat menyesuaikan dengan Protokol Kesehatan & Keselamatan Konsep Hotel New Normal,” tegasnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *